THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES �

Kamis, 27 Mei 2010

Membuat pesan saat booting xp dengan regedit

Regedit memang banyak rahasia...hehehe. Kali ini kita akan membahas cara menampilkan pesan saat windows booting.

caranya gampang, ikuti langkah berikut :
1. Klik start, run, dan ketikkan "regedit"

2. Cari tab HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon

3. Klik ganda LegalNoticeCaption dan masukkan
input teks judul yang diinginkan.
(contoh: Virus Alert).atau apapun yang anda
inginkan

4. Klik ganda LegalNoticeText dan masukkan
input teks (isi) yang diinginkan

5. Restart komputer Anda dan lihat
bedanya

Selengkapnya »»

Rabu, 26 Mei 2010

Mempercepat shutdown

Pernahkah kamu ngerasa pc atau laptop lama shutdown, padahal kita pengen cepat-cepat mau pergi.Hal ini tentu saja membuat kita sedikit kesel...( pengen dibanting aja neh pc wahehe). Berikut ini ada sedikit tips untuk mempercepat shutdown.
1. Klik Start…Run, lalu ketikkan regedit dan tekan enter…..

2. Masuk ke HKEY_CURRENT_USER\ControlPanel\Desktop

3. Klik Ganda key WaitToKillAppTimeout

4. Ubah nilainya menjadi 1000, lalu klik OK

5. Dobel klik key HungAppTimeout dan ubah menjadi 100, lalu klik OK.

6. Masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control

7. Klik ganda WaitToKillServiceTimeout, lalu ubah nilainya menjadi 1000

8. Restart

Selengkapnya »»

Selasa, 25 Mei 2010

MY BIRTHDAY

Ku lihat jam menunjukkan tepat pukul 12 malam, iseng aku buka fb liat ada gak yang kasih selamat ultah ( ngarep ). Yup hari ini adalah hari ulang tahunku 25 Mei 2010.

Tepat 25 tahun sudah usiaku sekarang, ada rasa gembira dihati ini tuk sejenak, namun tak bisa kuhilangkan pula kesedihanku karena aku berpikir apa yang telah aku lakukan di usia 24 ku ???? Namun apapun itu aku tetap bersyukur karena sampai detik ini aku masih dapat bernafas dan terus akan kugantungan cita-citaku.

Sebenarnya hari ulangtahun adalah hari yang sangat menyenangkan sekaligus menyedihkan bagiku, teringat pada tanggal 23 Mei 2008 dua hari sebelum hari lahirku adalah hari dimana aku meneteskan air mata karena aku kehilangan seorang ayah. Ulang tahun di 2008 adalah kado yang sangat menyedihkan, bayangkan dua hari sebelum aku ulang tahun adalah hari dimana ayahku kembali kepada-Nya. Ayah....sampai aku menulis tulisan ini aku masih mengingatmu, ananda minta ampun yang sebesar-besarnya, dan Ananda akan terus berjanji menjadi " orang " yang seperti ayah harapkan.

Harapanku ditahun ini semoga kehidupanku menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya,atau setidaknya diriku yang semakin baik dari tahun kemarin, semoga keluargaku tetap rukun, jauhkanlah hal-hal yang dapat merusak keakraban keluarga kami.Amin

Terimakasih mama telah berjuang dengan sekuat tenaga dan kemampuan untuk menghidupi aku sampai aku seperti saat ini, sungguh tak mampu aku membalas semua jasa dan kasih sayang mama, aku hanya bisa berdoa semoga mama diberikan umur yang panjang, diberikan kesehatan, hingga mampu melihat anak-anakmu menjadi cahaya harapan agar perjuangan mama tidak sia-sia Amin amin amin ya rabbal alamin

Selengkapnya »»

Senin, 24 Mei 2010

FLASH DISK SEBAGAI RAM

Ingin nambah RAM tapi duit gak cukup, atau buat keperluan lain ??
Nampaknya software ini cocok untuk menjawab problem Anda.
Korbankan flash disk Anda sebagai RAM guna mempercepat kinerja PC Anda, ( untuk mewujudkan suatu keinginan memang diperlukan suatu pengorbanan..hehehe )

Dengan menjadikan flashdisk Anda sebagai Ram maka umur flashdisk kemungkinan besar akan berkurang daripada dipakai hanya untuk media penyimpanan data.

Bagi yang minat silahkan download software di sini

Selengkapnya »»

Barito Ku











Selengkapnya »»

Jumat, 21 Mei 2010

Batamuan kawanan lawas




Selengkapnya »»

LEGENDA GUNUNG MERATUS

Di Kalimantan ada gunung panjang yang membentang dari arah barat hingga ke bagian timur pulau ini. Gunungnya memang tak terlalu tinggi, namun dapat kita bayangkan luas dan panjangnya karena membentang melalui empat Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Tengah, Timur dan Barat. Gunung yang tumbuh berjajar di sepanjang jalur ini disebut sebagai Gunung Meratus. Namun entah mengapa sekarang Gunung Meratus hanyalah Pegunungan yang membentang dari selatan sampai utara Provinsi Kalimantan Selatan saja sedangkan sambungan Pegunungan tersebut yang membentang dari Provinsi Kalimantan Timur sampai Kalimantan Barat sekarang dinamai Pengunungan “Muller”
Tak ada gambaran jelas yang pasti tentang berapa panjang dan banyaknya gunung tersebut. Adapun yang digambarkan sementara ini sebagian besar diperkirakan hanyalah reka-reka yang tak pasti – baik soal jumlah gunung maupun ukuran panjangnya. Buku “Di Pedalaman Borneo“ yang ditulis oleh A.W. Nieuwenhuis pada tahun 1894 pun bahkan tidak menyebutkan hal itu.
Diketahui, A.W. Nieuwenhuis warga Belanda seorang dokter yang juga sebagai ahli etnografi dan antropologi, didukung oleh Maatschappij ter Bevondering Van Het Natuurkundig Onderzoek der Nederlandsche Kolonien (Perhimpunan untuk memajukan penelitian di daerah daerah koloni Belanda)

– membentuk tiga tim yang terdiri dari para ahli ilmu pemetaan, penggalian suber alam, penelitian tentang penduduk pedalaman, serta flora dan fauna. Tim ini melakukan perjalanan dari Kalimantan Barat dengan menyusuri Sungai Kapuas hingga ke kepala Sungai Mahakam dan berakhir sampai ke Samarinda Kalimantan Timur. Ekpedisi ini pun tak ada penjelasan tentang luas dan panjangnya Gunung Meratus. Padahal mereka sudah memulai perjalanan dari Sungai Kapuas Pontianak Kalimantan Barat.
Perjalanan tersebut, selain didukung oleh oleh Maatschappij ter Bevodering van het Natuurkundig Onderzoe der Nederlansche Kolonien, juga diback-up oleh Residen Water Afdeeling van Borneo yang berkedudukan di Pontianak Kalimantan Barat. Hal ini didorong oleh banyaknya minat negara lain yang mengirim utusan ke pulau Borneo untuk melakukan penelitian sekaligus berusaha melakukan pendudukan. Seperti halnya pada abad ke 18, ketika Inggris dan Belanda melakukan kekerasan dan intimidasi pada penduduk di kepulauan Borneo. Diantaranya, petualangan Alexander Hare di Banjarmasin pada tahun 1812, James Brooke dan Robert Burns tahun 1848 di Sarawak yang berupaya mendirikan kerajaan bagi dirinya sendiri, James Erskine Murray si orang Inggris memasuki Kutai pada tahun 1844 yang berujung tewas karena berperang dengan laskar Kasultanan Kutai, Sebenarnya tewasnya para petualang Eropa di pulau Borneo bukanlah hal yang pertama, jauh sebelumnya pada 14 Februari 1606 seorang Nahkoda Petualang Belanda Bernama Gillis Michielzoon beserta seluruh anak buahnya tewas ditangan Laskar Kesultanan Banjarmasin karena keangkuhan mereka dan itulah korban pertama Petualang Eropa di Tanah Borneo. Akibat peristiwa tersebut pada Tahun 1612 Kerajaan Belanda mengerahkan Angkatan Lautnya secara besar-besaran untuk menyerang Kesultanan Banjar dengan menembaki Istana Kesultanan Banjar di tepi sungai Kuin yang mengakibatkan di pindahkannya Istana Kesultanan Banjarmasin ke Martapura karena hancur ditembaki Kapal Angkatan Laut Belanda.

Selanjutnya Muller 1825 dan Dalton 1828 yang menjelajahi Borneo atas nama Negara Belanda. Adalah seorang perwira Zei dari tentara Napoleon I, bernama George Muller, masuk dalam Pamongpraja Hindia Belanda. Muller mendapat tugas melakukan hubungan dengan pihak Sultan Sultan di pesisir Borneo pada tahun 1825. Muller berangkat bersama pasukan yang terdiri dari orang-orang Jawa. Misi utamanya, jika Sultan Sultan yang didatanginya tidak sejalan, maka kasultanan ini akan diperangi dan dihancurkannya hingga dapat diduduki.
Namun, Kasultanan Kutai tak membiarkan keadaan yang mengancam itu. Akibatnya, terjadilah pertempuran sehingga pasukan George Muller hancur tercerai-berai dan berlarian memasuki hutan. Tercatat, serdadu Jawa yang selamat mencapat bagian barat Borneo hanyalah tinggal satu orang, sedang nasip Muller sendiri dan sisa pasukan belum diketahui.
Ada kabar, George Muller bersama pengikutnya terbunuh di daerah Kapuas Hulu sekitar Nopember 1825, tepatnya di sungai Bungan. Tapi, cerita tersebut hanya perkiraan yang tak jelas kebenarannya. Yang pasti, Muller hingga kini tak pernah ditemukan.
Ada pula cerita lain tentang pelarian Muller yang dikejar laskar Kesultanan Kutai. Dikatakan, karena kalah Muller berlari hingga ke Gunung Meratus dan menghilang di sana. Katanya Muller dilindungi oleh pasukan kerajaan orang gaib yang berada di pegunungan Meratus tersebut.
Cerita tentang Gunung Meratus juga diungkapkan oleh penduduk tua Suku Dayak Bukit Kalimantan Selatan Bernama Amung Tahe. Pria yang telah tinggal turun-menurun di dusun Rangit - kaki gunung Meratus menceritakan pengalaman hidupnya, ketika bertualang menjelajahi Gunung Meratus. Dusun Rangit sendiri adalah sebuah dusun yang bisa ditempuh dari daerah pedalaman Kabupaten Paser. Namun tidak diketahui pasti, dusun ini termasuk di dalam kecamatan atau kabupaten mana. Tetapi didalam peta wilayahnya termasuk kawasan Provinsi Kalimantan Selatan.
Bagi masyarakat Suku Dayak Bukit sendiri, mereka tak mengerti tentang dusun tempat tinggalnya apakah termasuk di daerah Kalsel, Kaltim atau pula Kalteng. Bagi mereka hal itu bukanlah persoalan. Yang jelas mereka bisa saja ada di mana-mana. Bagi mereka, hutan adalah rumah dan kehidupan mereka.
Secara umum, masyarakat suku Dayak Bukit berdiam di belantara seputar kedua sisi Gunung Meratus. Dikatakan Amung Tahe, gunung di sana memang berjumlah seratus gunung. Namun yang dapat dihitung gunungnya hanya ada sembilan puluh sembilan buah. Lalu yang satu gunung itu merupakan induk dan puncak tertinggi yang jarang dapat dilihat secara kasat mata.
Dari kaki gunung menuju ke puncak itu bertingkat tujuhbelas naik dan tujuhbelas turun. Menurut penuturan Amung Tahe, di puncak tertinggi itu adalah merupakan suatu tempat kediaman Maharaja Meratus yang tak bisa dilihat atau gaib. Terkecuali jika dikehendaki oleh sang Maharaja.
Konon, di atas puncak gunung tersebut merupakan dataran yang cukup luas. Di dataran ini ada sebuah bangunan istana tempat sang Maharaja bersemayam. Kerajaan gaib di Gunung Meratus ini tidak hanya sendiri, tetapi ada lagi kerajaan-kerajaan kecil diseputarnya, yang juga disebut kerajaan orang-orang gaib (bunian).
Di kawasan pegunungan ini sangat kaya dengan hasil hutan dan alam. Pernah ada seseorang, ketika berjalan di anak sungai yang terdapat di sana menemukan batu berlian dan bongkahan-bongkahan emas pada dinding kerang batu di pinggiran sungai.
Orang-orang gaib dari pegunungan Meratus sering turun ke berbagai kota, baik di Kalsel, Kalteng maupun Kaltim. Kebanyakan mereka menyaru seperti orang-orang suku Dayak Bukit berdagang kayu gaharu yang berkwalitas tinggi serta membawa bongkahan-bongkahan batu kecubung dan yakut yang masih mentah. Barang barang ini mereka jual atau barter dengan tembakau, garam, minyak wangi-wangian, bahkan butir-butiran manik dan mutiara.
Amung Tahe juga bercerita, kalau almarhum bapaknya yang sering bertualang memasuki daerah gunung Meratus, mengaku pernah bertemu dengan orang tinggi besar berambut coklat kemerahan dengan pakaian seperti orang barat (Belanda tempo doeloe_Red) dikawal oleh beberapa orang berseragam. Tetapi ketika diikuti orang-orang tersebut tiba-tiba menghilang tak diketahui ke mana.
Menurut cerita masyarakat yang tinggal di daerah sepanjang Meratus ini mereka juga sering melihat orang Belanda dengan berpakaian tempo doeloe berjalan disertai beberapa orang berseragam lengkap dengan bedil dan pedang. Namun apabila dikejar, maka apa yang mereka lihat itu menghilang begitu saja.
Konon, dari wajah dan pakaian serta tanda-tanda yang terdapat pada si orang Belanda ini ciri-cirinya sama dengan Kapten George Muller yang hilang tak tentu rimbanya itu. Kalau benar, yang dilihat itu adalah George Muller, tentunya sudah menjadi orang gaib. Ada juga yang mengatakan kalau rohnya masih penasaran dan bergentayangan di sepanjang gunung Meratus karena tewas dibunuh. Bisa juga ia tewas karena dibantai oleh masyarakat liar di pedalaman yang saat itu masih primitif.
Namun yang jelas, apa yang terjadi di sepanjang Gunung Meratus, hingga kini masih penuh dengan misteri.

Selengkapnya »»

SEJARAH ERAU

ERAU adlah salah satu budaya Masyarakat Dayak yg ada di Propinsi Kalimantan Timur. Biasanya acara adat Erau ini diselenggarakan satu tahun sekali di Kabupaten Kutai Kartanegara (Tenggarong). Pada acara ini dihadiri oleh semua Suku Dayak yg ada di Pulau Kalimantan termasuk Suku Dayak yg berada di wilayah Malaysia (Serawak dan Kucing).
Erau merupakan kegiatan atau acara besar yang banyak mengandung makna yg bersifat sakral,ritual dan juga bersifat hiburan.
Erau tersebut asal katanya dalam bahasa Kutai "EROH" yg artinya ramai, riuh,ribut,suasana yg penuh suka cita. Suasana yg ramai,riuh rendah tersebut dlm arti banyaknya kelompok/orang-orang yg mempunyai hajat untuk ikut pada upacara tersebut.
Berdasarkan cerita rakyat Kutai, disebuah dusun yg bernama Dusun Jaitan Layar, tinggallah seorang petinggi (Kepala Dusun) bersama istrinya. Kehidupan di dusun tsb sangat makmur, hasil panen melimpah, rakyat hidup tentram. Hal ini dikarenakan Petinggi dan istrinya memerintah dgn adil dan bijaksana

Tetapi kebahagiaan itu trasa kurang krn sdh puluhan tahun mrk hidup sbg suami istri, namun Dewa tdk menganugrahkan seorang anakpun kpd mrka.
Suatu malam Petinggi dan istrinya dikejutkan oleh suara yg gegap gempita, malam yg tadinya gelap gulita berubah menjadi terang benderang. Dengan memberanikan diri Petinggi dan isterinya keluar rumah untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya. ALangkah terkejutnya mereka karena di halaman rumahnya dijumpai sebuah Batu Naga Mas yg bercahaya, di dalamnya terdapat seorang bayi berselimutkan kain berwarna kuning,tangan kananya mengenggam sebutir telur, dan tangan kirinya memegang sebuah Keris Mas yg menjadi kalang kepalanya.
Belum hilang rasa terkejut suami istri itu, entah darimana datangnya terdengar suara gaib. "Bersyukurlah kalian, karena doa kalian utk mendapatkan anak dikabulkan. Bayi ini adalah keturunan Dewa-Dewa di Kayangan, krnnya jangan disia-siakan. Jangan dipelihara seperti anak manusia biasa dan berilah nama anak ini AJI BATARA AGUNG DEWA SAKTI".
Wkt terus berlalu tak terasa usia Aji Batara Agung Dewa Sakti sdh lima tahun. Seusia ini sukarlah ia ditahan untuk bermain di dlm rmh saja. Ia ingin bermain-main di halaman, ingin bermain-main di alam bebas dan mandi ke tepian.
Sesuai petunjuk Dewata mk Petinggi Jaitan Layar mempersipakan Upacara TIJAK TANAH dan upacara ERAU mengantar sang anak mandi ketepian utk pertama kalinya. EMpat puluh hari empat puluh malam diadakan Pesta Erau, berbagai adu ketangkasan diperlihatkan silih berganti,makanan dan minuman semua dihidangkan. Gamelan Gajah Perwata siang malam ditabuh membuat suasana bertambah meriah. Seluruh penduduk Dusun Jaitan Layar bersuka cita.
Demikian sekilas riwayat singkat utk pertama kalinya dilakukan Upacara Erau pada Upacara TIJAK TANAH dan Mandi Ketepian yg dilakukan oleh penduduk Jaitan Layar kepada AJi Batara Agung Dewa Sakti yg merupakan cikal bakal keturunan raja-raja Kutai Kartanegara.
Setelah berakhirnya masa Pemerintahan Kerajaan/Kesultanan Kutai Kartanegara yaitu pada tahun 1960 menjadi daerah otonom maka oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai tradisi Erau tetap dipelihara dan dilestarikan sbg warisan budaya bangsa. Kini Erau menjadi acara atau kegiatan rutin Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sbg pesta rakyat dlm rangka memperingati hari jadi Kota Tenggarong sbg pusat pemerintahan di Kabupaten Kutai Kartanegara...(Sumber : http://www.facebook.com/topic.php?uid=73198388410&topic=11204)

Selengkapnya »»

Kamis, 20 Mei 2010

UTUH PALILAK WAN BUHAYA

Utuh Palilak tulak ba unjun ka baruh, hari panas manggarantang Utuh Palilak mamilih bacugut di bawah puhun rambai, paharatan asik ba unjun kanapa Utuh Palilak taitihi mudil kayu barandam timbul di hadapan, imbah di itihinya bahimat sakalinya Buhaya sing ganalan, manggatar Utuh Palilak bagimit bakayakat naik ka puhun rambai maka di tangan unjun kada balapasan, sambil bakayakat naik mata Utuh Palilak kada sing lapasan maitihi Buhaya

si Buhaya hanyar tahu pada ada mangsa di atas puhun lalu baistilah ai baparak ka bawah puhun mahadang ..

Si Utuh Palilak nang katatakutanan kd maitihi lagi pada tajajak batang japuk lalu manggarabau ai gugur kasungai...BYYUUURR...bagalumbang baruh kakacipak Utuh Palilak di banyu bakunyung maka di tangan kada balapasan unjun, si Buhaya nang mahadang di bawah takajut banar jua lalu bukah kada maingat lagi, dalam hati si Buhaya manggarunum "bungul bgt aku taparaki urang jagau wani manajuni ka Buhaya"

Imbah itu si Buhaya lalu bapasan ka anak cucunya bila batamuan urang mambawa unjun jangan diparaki karana urang mambawa unjun tu wani manajuni ka Buhaya ....

CATATAN :
"sampai wayahini kada suah tadangar urang baunjun disambar Buhaya"

Selengkapnya »»